Situs-situs media sedang ramai membicarakan calon ponsel baru dari Motorola. Ponsel baru ini disebut memiliki keunikan pada spesifikasi layarnya. Lantas, seperti apa penampakan “Nio” si calon ponsel flagship dari Motorola?

Sebagai penggemar brand ponsel antimainstream, sekaligus sebagai mantan pengguna smartphone Motorola, saya agak berbahagia ketika mendengar bahwa Motorola berencana merilis sebuah ponsel flagship di awal tahun depan (2021). Nama “Nio” belakangan ini menjadi nama yang sedang populer dibicarakan oleh warganet dan beberapa artikel di berbagai situs web berbau teknologi dan pergawaian. Itu adalah nama calon ponsel flagship besutan Motorola yang direncanakan rilis sebentar lagi. Namun begitu, beberapa sumber justru menyebutkan bahwa “Nio” belum tentu menjadi nama resmi dari ponsel baru tersebut.

Motorola menyebutkan bahwa nama “Nio” adalah sebuah codename alias nama kode saja. Nama kode memang biasa digunakan oleh pihak produsen perangkat keras ataupun lunak di dunia teknologi untuk merujuk pada produk mereka yang belum rilis. Nama “Neptune” misalnya, dulu digunakan Microsoft sebagai namecode yang merujuk pada Microsoft Windows XP, sementara “Jaguar” adalah codename untuk Mac OS X 10.2 yang rilis 2002 silam. Nah, kode model produk dari Motorola sendiri adalah XT2125.

Namun begitu, setidaknya yang telah cukup jelas sampai saat ini adalah spesifikasi ponsel yang menjadi calon flagship baru Motorola.

Pertama, dari berbagai sumber dan informasi yang beredar, chipset yang akan digunakan adalah Snapdragon 865. Chipset ini memang tidak baru-baru amat karena keluar sudah hampir setahun silam, Desember 2019. Namun begitu, performa superkencang plus dukungan penuh terhadap jaringan 5G tentu masih bisa diandalkan oleh para produsen ponsel hari ini.

Meskipun pergerakan Motorola terbilang terlambat, setidaknya mereka sudah berniat mengejar dan menghasilkan sebuah penawaran yang membuat pilihan ponsel flagship semakin beragam. Dengan adanya Nio, Motorola ingin menyejajarkan diri dengan Samsung yang sudah punya Galaxy Tab S7, Xiaomi dengan Mi10, atau Asus dengan ROG Phone 3.

Dari segi layar, bocoran desain dan spek teknis yang beredar saat ini memperlihatkan bahwa Motorola Nio akan mengusung layar 6,7 inci berteknologi IPS LCD. Oke lah, teknologi layarnya mungkin biasa saja. Namun begitu hal yang belakangan ini sedang heboh dibicarakan oleh orang-orang adalah kemampuan layarnya yang mampu menoilkan gambar dengan refresh rate 105 hz. Frekuensi refresh ini tentu di atas kemampuan rata-rata ponsel masa kini yang biasanya masih 90 hz.

Dampak dari layar dengan refresh rate setinggi ini diharapkan mampu memberikan penayangan gambar yang lebih mengalir dan halus. Namun begitu, ternyata spesifikasi layar dengan framerate tinggi ini masih sebagai spesifikasi tes, yang artinya spesifikasi final yang dilepas ke pasaran belum tentu sama.

Alasan dari kemungkinan batalnya spesifikasi refresh rate 105 hz ini antara lain aspek teknis bahwa angka refresh rate tersebut tidak lazim. Angka tersebut juga belum tentu mampu menampilkan gambar dengan lancar seperti halnya layar 90 hz menampilkan video 30 FPS karena layar 105 hz belum tentu bisa membagi frame dengan rata pada video-video dengan framerate standar 30 atau 60 FPS. Selain itu, angka framerate tersebut ternyata bukan karena spesifikasi teknis yang sengaja dirancang demikian. Salah satu sumber menyebutkan bahwa refresh rate layar Motorola XT2125 hanyalah overclock dari layar standar ber frekuensi 90 hz. Jadi sekali lagi, bisa saja spek produksinya nanti diturunkan kembali ke standar, yaitu 90 hz. Hal ini sejalan dengan dari GSMArena menduga bahwa pada akhirnya ponsel ini akan kembali ke refresh rate standar 90 hz.

Dari segi penyimpanan data, ponsel ini rencananya akan dibekali dengan RAM 8 GB dan memori penyimpanan internal 128 GB atau RAM 12 GB dengan penyimpanan internal 256 GB. Spesifikasi ini masih sejajar lah dengan Samsung Galaxy Tab S7 atau kebanyakan flagship smartphone lainnya.

Kamera Motorola Nio
Sumber: https://i.postimg.cc/7ZxGWc9v/motorola-d-850.jpg

Smartphone ini juga direncanakan untuk mengusung kamera kelas berat, 64 MP main camera di belakang, dan 8 MP di depan. Kedua kamera ini akan memiliki sensor OmniVision OV64B. Kamera ini juga akan dilengkapi fitur ultrawide angle dan depth sensor 2 MP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *