“ASUS ROG Phone 3, ponsel itu tidak lebih dari sekadar ponsel gaming”

Begitu kataku saat tahu ASUS Indonesia menghadirkan resmi ponsel ASUS ROG Phone 3. Aku pikir ponsel itu hanyalah ASUS ROG Phone II dengan pembeda desain dan chipset. Tidak lebih.

ASUS hanya mengulangi apa yang ia lakukan pada ROG Phone dan ROG Phone II.

Celakanya, pendapat itu salah besar. Setelah “bersalaman” dan “berkenalan” dengan ROG Phone 3, aku tarik pendapatku.

Benar kata orang, tidak baik menduga-duga hal yang belum pasti kebenarannya. Tidak baik mengata-ngatai barang hanya dari informasi spesifikasi dan desain yang berseliweran. Karena yang lebih penting itu adalah pengalaman penggunaan kita terhadap produk itu.

Maka dari itu, aku segera membongkar isi kotak penjualan ROG Phone 3 yang telah datang ke meja. Di dalamnya, aku menyapa ponsel ROG Phone 3 yang bodinya hadir dengan kaca memesona.

Lebih gagah daripada yang kubayangkan.

Hadir pula sebuah kasing yang ketika kupasangkan dengan  ROG Phone 3, membuatnya ternyata lebih gagah daripada berbodi polos. Tapi percayalah, bodi ASUS ROG Phone 3 tanpa kasing pun, masih tetap gagah, kok. 

Kasing yang dihadirkan ini didesain agar tidak menutup keseluruhan bodi, apalagi logo ROG di bagian tengah itu. Kasingnya ini tetap memberikan ruang pada bagian desain yang utama, seperti kamera dan garis desain pinggir bodi ponsel.

ASUS menyebut kasing ini sebagai Aero Case. Nama yang bagus tentunya.

Di dalam kotak berwarna hitam itu, ada tulisan ROG PHONE 3, lengkap dengan logo mata ROG yang sudah jadi ciri khas kalau ponsel ini jadi bagian apa yang ASUS sebut sebagai Republic of Gamers.

Di kotak penjualan juga ada surat-surat atau dokumen yang tidak penting untuk aku foto. Percayalah, aku malas membaca itu. Kupikir kalian juga bakal abai sama kertas putih itu.

Lebih baik fokus pada charger berbentuk hitam besar yang punya daya pengisian 10V 3A atau Quick Charge 30 watt. Adanya charger cepat di kotak penjualan, patut diapresiasi kehadirannya.

Maklum, di ROG Phone 2 varian murahnya (8GB RAM / 128GB), charger yang disertakan adalah charger 18 watt.

Tidak ketinggalan, kabel charger juga tersedia di kotak penjualan. Tenang, sebagai ponsel yang ada di kelas atas, ASUS tetap menghadirkan charger dan kabelnya.

ASUS juga menyertakan sebuah adapter type-C to audio jack 3,5 mm. Lagi-lagi ASUS memberikan lebih.

Maklum, aku tipe orang yang masih belum menerima hilangnya audio jack 3,5 mm di hampir semua ponsel pintar kelas atas. Tetapi tetap aku maklumi hal ini jika di kotak penjualan hadir sebuah adapter type-C to audio jack 3,5 mm.

Setelah berkenalan dengan isi kotaknya, aku ajak ASUS ROG Phone 3 bertualang menemani tiap jam hariku. Aku ingin pastikan kalau ROG Phone 3 ini memang perangkat yang bagus yang ASUS sebagai “The Ultimate Winner”.

Pengalamanku memakai ASUS ROG Phone 3 selama seminggu pun memberi kesan yang bagus. Ponsel ini memiliki banyak kelebihan yang bahkan membuatnya tidak sekadar sebuah ponsel gaming. 

Berdasarkan pengalaman penggunaanku terhadap ponsel ini, ASUS ROG Phone 3 punya keunggulan sebagai smartphone built for gamers, Stunning 144 Hz Display, Powerful Snapdragon 865 Plus, baterai berkapasitas besar (Monster 6000mah battery), dan juga  The most immersive gaming experience.

Aku bakal menjelaskan poin-poin tersebut berdasarkan pengalaman penggunaan dan spesifikasi serta keunggulan yang ditawarkan oleh ASUS.

Aku juga membahas soal kualitas kamera dari ASUS ROG Phone 3. Sektor ini jarang dibahas mengingat identitas ponsel ini sebagai ponsel untuk main gim. Dan aku sendiri memberikan salut terhadap kualitas kamera yang dimiliki ASUS ROG Phone 3.

Tidak perlu berlama-lama lagi, langsung saja ke pembahasan soal ASUS ROG Phone 3 berikut ini.

Built for Gamers

Aku mulai menjajaki bodinya. Aku sapa pagi itu dengan menentang ASUS ROG Phone 3 dan mengarahkan simbol mata di logonya yang berganti warna yang ASUS sebut sebagai Aura RGB Lighting.

Disebut Aura RGB Lighting, karena logo ROG di ponsel ini dapat bersinar dengan variasi warna dan skema pencahayaan. Aku pun dapat menyesuaikan Aura RGB Lighting sesuai suasana hati dan gayaku.

Yang pasti sih, AURA RGB di ponsel selalu bersinar dan tampak logonnya menatap tajam bercaaya ke arah yang memandangnya.

Pagi itu pun, cahaya bodi di ROG Phone 3 membuat pesona sejauh mata memandang.

Ia seperti gawai yang asyik dengan dirinya. Bercahaya berganti warna memberi kesan percaya diri pada yang membawanya. Meskipun hal tersebut tidak membuat aku tiba-tiba berwajah ganteng saat membawa ROG Phone 3.

Tetapi setidaknya, membawa ROG Phone 3 membuatku terasa lebih berkelas dibandingkan membawa ponsel kelas atas lainnya yang pernah aku coba.

Desainnya yang lebih simpel, lebih dewasa dan lebih solid, serta tetap mempertahankan DNA-nya sebagai ponsel gaming,  membuatku mulai kesengsem dengan ROG Phone 3.

ROG Phone 3 tetap cakap dan gagah. Baik bodi belakang maupun bodi depannya. Dilepas kasing atau tidak tetap sama saja.

Bodinya oke terlebih karena ASUS ROG Phone 3 memakai bingkai aluminum dan pelindung Corning Gorilla Glass 3 di bagian belakang bodinya.

Bentuk desain ini tidak semata-mata estetis tetapi memang dihadirkan untuk kenyamanan bermain gim. Seperti kata ASUS sendiri kalau ROG Phone 3 ini built for gamers, dihadirkan untuk kenyamanan bermain gim.

Contohnya adalah kehadiran side mounted-port. 

Teknologi ini hadir di ROG Phone 3 sebagai port dengan desain yang unik, yang dibuat khusus agar pengalaman bermain gim tetap menyenangkan tanpa terganggu kabel di bagian pegangan.

Bagian samping kiri ROG Phone 3 ini memang ada port khusus yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya.

Port tersebut adalah port USB Type-C dengan dua socket. Satu berfungsi untuk terhubung dengan aksesoris pendukung (yang punya aksen oranye) , satu lagi berfungsi untuk mengisi daya.

Hadirnya port ini membuat ROG Phone 3 dapat lebih nyaman digunakan bermain gim meski terhubung dengan daya.

Tangan kanan pun tidak akan terasa terganggu dengan kabel yang menjulang, yang biasanya menggangu di sela telunjuk dan jari tengah.

asus rog phone 3

Di bagian samping kanan, ROG Phone 3 hadirkan tombol power dan juga tombol pengaturan suara, up dan down. 

Secara kasat mata, tidak ada yang tampak spesial dari sisi ini. Nyatanya, ada fitur di sisi kanan ini yang posisinya dekat di ujung atas dan ujung bawah.

Kedua tombol yang dimaksud adalah  AirTrigger. AirTrigger adalah dua tombol khusus yang didesain untuk memberikan pengalaman bermain gim yang lebih baik.

Tombol ini dapat diatur sebagai tombol baru dalam permainan. Misalnya, sebagai L1 dan R1 saat memainkan gim dalam mode lanskap. Tombol ini akan sangat berguna, terutama untuk gim dengan genre First-person Shooting.

Di bagian bawah ponsel, terdapat satu port USB Type-C yang ditemani dengan lubang mikrofon. Sayang tidak ditemani dengan audio jack 3,5 mm.

Tapi aku tetap bilang lagi untuk berterimakasih kepada ASUS dengan kompensasi dongle atau adapter yang dihadirkan kotak penjualan.

Desain ponsel ini juga tidak menghilangkan esensi dari sebuah mobile gaming, pengalaman bermain dengan internet stabil dan kencang.

Karena itulah, ASUS ROG Phone 3 dibangun dengan teknologi desain agar bisa menghadirkan koneksi yang konstan dan andal

asus rog phone 3

Teknologi tersebut adalah hadirnya beberapa antena yang tersebar di sisi ponsel untuk memastikan mendapat sinyal yang bagus. Apalagi karena ROG Phone 3 sudah mendukung jaringan 5G dan WiFi 6.

Teknologi ini dipadukan dengan HyperFusion. HyperFusion bekerja memberikan koneksi yang simultan antara WiFi dan jaringan seluler. Efeknya, ROG Phone 3 akan mencari sinyal terbaik ketika terhubung diantara dua jaringan tersebut.

ROG Phone 3 juga menghadirkan teknologi Quad Michrophone System. Seperti namanya, ROG Phone 3 ini memiliki sistem 4 mikrofon yang tersebar.

Satu lubang mikrofon di sebelah kanan, dekat tombol power. Satu di bagian belakang bodi, bersebelahan dengan kamera. Dan dua lagi, ada di sisi atas dan bawah ponsel.

Kehadiran empat mikrofon ini untuk memastikan agar para pemain dapat berkomunikasi dengan baik saat memainkan gim yang membutuhkan kerjasama tim.

Apalagi mikrofonnya dilengkapi dengan teknologi noise-canceling quad-mic array yang dapat meredam kebisingan. 

Teknologi tersebut juga dapat mengoptimalkan kualitas ucapan serta menyaring noise di latar belakang.

Efeknya, suara yang keluar dari mulut dapat didengar dengan baik oleh kawan di dalam permainan. Bahkan, suara yang didengar bisa sebening kristal.

Tapi, jangan harap mikrofon ini dapat mengubah nada suara sumbang jadi nada yang tepat. Padahal aku berharap itu, maklum suara bernyanyiku lebih buruk dari suara sumbang.

Dua fitur yang lainnya yang menegaskan kalau ROG Phone 3 merupakan built for gamers , adalah Game Genie dan ROG Connect

Game Genie adalah sebuah aplikasi khusus yang sudah terintegrasi di ROG Phone 3. Jadi, tidak perlu diinstal terlebih dahulu. Aplikasi ini berbentuk sebuah aplikasi melayang yang secara otomatis hadir saat ada di sebuah gim.

Game Genie menghadirkan tombol pendukung bermain gim seperti makro, fitur perekaman layar, pengaturan AirTriggers, pengaturan untuk menampilkan suhu, resource dan fps ketika gim berjalan, dan masih banyak lagi.

Sementara ROG Connect adalah fitur yang dihadirkan ASUS agar pengguna dapat dengan mudah terhubung dengan tim.

Fitur ini mirip seperti layanan media sosial yang khusus untuk berbagi hal terkait gim. Bahkan, aku bisa mengunggah caraku bermainku suatu gim.

Dengan fitur komunitas bawaan di ROG Phone 3, tidak pernah semudah ini bagi Anda untuk tetap berhubungan dengan pasukan Anda, atau membuat kagum orang banyak dengan gameplay jenius yang Anda unggah.

Tidak ketinggalan, ASUS ROG Phone 3 menghadirkan aplikasi Armory Crate. Aplikasi ini memang jadi aplikasi khusus produk gaming dari ASUS. Di laptop gaming ASUS, aplikasi ini pun ada. Di ROG Phone 3 juga ada, fungsinya sebagai pusat kontrol, komando permainan, dan pengaturan permainan yang bisa dikelola dengan mudah.

ROG Phone 3 juga menghadirkan desain yang tetap tegas tetapi masih nyaman digenggam. Bobot ROG Phone 3 adalah 240 gram (tanpa kasing), bobotnya serupa dengan pendahulunya, ASUS ROG Phone II.

Karena itu, untuk sebuah ponsel dengan bobot 240 gram, ASUS ROG Phone 3 masih tergolong nyaman digenggam tangan. Penggunaan kasing juga masih tetap nyaman digenggam dan tidak membuat bobot ponsel jadi naik signifikan.

Apalagi, penggunaan kasing dapat menghindari berbaurnya sidik jari dengan bodi kaca mengkilap bagian belakang ROG Phone 3.

Stunning 144 Hz Display

Desain khusus dan fitur untuk bermain gim lebih menarik, tidak membuat ASUS melupakan sektor lainnya yang lebih penting, layar. Layar ponsel ini sudah terlindungi dengan baik berkat pelindung Corning Gorilla Glass 6,

Di bagian layarnya sendiri, ASUS ROG Phone 3 hadir dengan dimensi  6,59 inch dengan resolusi1080 x 2340 piksel. Layarnya memakai panel AMOLED dengan kerapatan layar 391 ppi.

Kehadiran panel AMOLED patut diapresiasi. Terlebih ASUS mengklaim jika layarnya ini memiliki 1 milyar warna.

Dengan tingkat warna yang mencapai 1 milyar, dan panel AMOLED yang menghadirkan warna pekat,  layar ponsel ini mampu memberikan visual menarik dan memanjakan mata.

ASUS juga menerapkan fitur-fitur kelas atas di layar ROG Phone 3. Sebut saja teknologi Low Blue Light (Hardware Solution) yang dapat mengurangi jumlah cahaya biru sehingga lebih menyehatkan mata. Teknologi ini pun telah disertifikasi oleh TUV Rheinland.

Dengan teknologi layar yang lebih menyehatkan mata, aku tidak perlu khawatir mata akan cepat lelah saat memainkan gim dengan ROG Phone 3 dalam tempo waktu agak lama.

Selain itu, layar ROG Phone 3 memiliki fitur Delta-E kurang dari 1 dan dukungan untuk konten HDR10+. Berkat fitur ini, layar ROG Phone 3 dapat memberikan visual yang lebih berwarna dan menarik.

Berkat Delta-E pula, akurasi warna di layar ponsel ini menjadi lebih tinggi. Selain itu, layar ROG Phone 3 ini memiliki tingkat kecerahan 650 nits.

Apa artinya ini? Dengan kecerahan 650 nites, layar ROG Phone 3 dapat melawan cahaya terik matahari. Efeknya, ketika ROG Phone digunakan di bawah sinar matahari terik, visual layarnya masih bisa terlihat dengan jelas.

Apalagi, layar ROG Phone 3 hadir dengan bezel yang tipis. Bagian poninya memang masih ada sebagai tempat kamera selfie. Tetapi bagian poni itu tidak terlalu menonjol dan tampak seperti ingin sembunyi dengan bezel tipis atasnya.

Dengan teknologi tersebut, ROG Phone 3 memberikan warna-warni yang tampak mendekati aslinya, hitam yang pekat, dan juga kenyamanan dalam menonton konten multimedia. Ketika digunakan menonton video HDR10 pun, warna yang dihadirkan tampak nyata.

Ketika menonton video Youtube berkualitas tinggi non-HDR pun, layarnya dapat memberikan kualtias warna yang baik.

Sangat bisa diandalkan untuk menikmati konten film berkualitas tinggi atau untuk sekadar melihat member girlgroup Korea Selatan dengan kualitas Full HD di video musik mereka.

Hanya itu fiturnya? Tentu saja tidak, sebagai ponsel gaming, ASUS ROG Phone 3 mendukung refresh rate tinggi, yakni 144Hz dengan waktu respon 1 milidetik.

Dengan refresh rate yang tinggi, ROG Phone 3 dapat menawarkan visual gim yang lebih smooth. Tentu dengan syarat jika gim tersebut sudah mendukung 144 Hz.

Di salah satu forum internet ternama, XDA developers, disebutkan sudah banyak gim yang telah mendukung refresh rate 144 Hz. Di daftar tersebut juga, ada gim-gim yang mendukung refresh tinggi lainnya.

ASUS ROG Phone 3 sendiri memang mendukung layar 144 Hz. Tetapi, layar ponsel ini juga dapat diatur dengan mudah untuk diubah ke mode refresh rate 120Hz, 90Hz, dan 60Hz.

Saat bermain gim, di Game Genie, ada opsi pengaturan refresh rate yang diinginkan. Tetapi, aku lebih suka memilih opsi otomatis.

Opsi ini memungkinkan ROG Phone 3 mengatur refresh rate sesuai dukungan maksimal gim  tersebut.

Jika sebuah gim mendukung refresh rate tinggi, tentu akan memberikan pengalaman bermain gim yang menyenangkan karena gim dapat berjalan di frame rate yang tinggi.

ASUS ROG Phone 3 juga tidak hanya menawarkan stuninng display 144 Hz. Layar ponsel ini juga mendukung touch sampling rate sampai 270 Hz.

Tidak ketinggalan, ASUS membenamkan fitur-fitur seperti pengurangan latensi sentuh hingga 25 milidetik dan latensi sliding hingga 18 milidetik.

Berkat raihan tersebut, ASUS ROG Phone 3 ternyata mengungguli banyak ponsel pintar kelas atas lainnya yang ada di pasaran.

Powerful Snapdragon 865 Plus

Logo Qualcomm Snapdragon

Sebagai sebuah ponsel gaming, ASUS ROG Phone 3 haruslah hadir dengan “otak” yang kencang, tidak hanya kencang tetapi juga memiliki fitur optimasi untuk bermain gim.

Dan, terimakasih untuk Qualcomm yang menghadirkan chipset benrnama Snapdragon 865+ (Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform).

Dengan chipset ini, ASUS ROG Phone 3 menjadi smartphone ultimate gaming pertama yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform yang masuk dalam segmen Snapdragon Elite Gaming.

Snapdragon Elite Gaming sendiri merupakan fitur yang ada di beberapa chipset Snapdragon (khusus gaming) yang memiliki kemampuan untuk membuat kinerja ponsel pintar meningkat saat memainkan gim.  

Snapdragon Elite Gaming

Terlebih Snapdragon Elite Gaming juga memiliki aplikasi khusus (semacam driver GPU) yang bisa diunduh di Google PlayStore. Nantinya, aplikasi ini bisa diperbarui jika ada pembaruan.

Snapdragon Elite Gaming yang membuat kinerja smartphone dalam menjalankan aneka gim meningkat

Penggunaan Snapdragon 865+ di ASUS ROG Phone 3 membuat ponsel ini jelas berbeda kelas dengan ponsel lain di kelas harga atas. Di dalam Snapdragon 865+ ini terdapat prosesor octa-core dan GPU Adreno 650.

Prosesornya sendiri terdiri dari tiga kluster. Yang pertama, adalah kluster Kryo 585 Silver berjumlah empat inti atau empat core dengan kecepatan 1,8 GHz. Prosesor ini hadir untuk performa yang lebih hemat daya. Aplikasi atau gim yang tidak membutuhkan prosesor kencang akan memakai prosesor ini.

Kluster kedua adalah Kluster Kryo 585 Gold yang memiliki tiga core atau empat inti prosesor berkecepatan 2,4 GHz untuk performa kencang.

Satu kluster terakhir adalah Kryo 585 Prime  berjumlah satu core berkecepatan 3,1 GHz untuk performa lebih kencang. Kryo 585 Prime ini clock-nya lebih tinggi jika dibandingkan clock Kryo 585 Prime yang ada di Snapdragon 865 versi standar.

Sementara Adreno 650 yang ada di Snapdragon 865 + ini memiliki kecepatan 10 persen lebih tinggi dibandingkan Adreno 650 pada Snapdragon 865 standar.

Karena itu, performa ASUS ROG Phone 3 dengan Snapdrag0n 865+ ini lebih tinggi jika dibandingkan ponsel lain dengan Snapdragon 865.

Hasil benchmark juga menunjukan performa ASUS ROG Phone 3 ternyata tergolong tinggi. Aku pun terkaget dengan skor Antutu yang didapatkan ASUS ROG Phone 3 sesudah dilakukan benchmark menggunakan Antutu versi 8. Skor yang didapatkan ASUS ROG Phone 3 mencapai 615.672.

Skor tersebut didapatkan dengan Mode X.

Mode X sendiri merupakan fitur yang ada di Armory Crate. Fitur ini dihadirkan khusus untuk menghadirkan performa ASUS ROG Phone 3 lebih kencang. Fitur ini bisa diaktifkan ataupun tidak.

Cara mengaktifkannya juga mudah, tinggal mengetuk ikon Mode X di bagian pengaturan cepat yang ada di bagian atas berbarengan dengan pengaturan lain. Bisa juga dengan mengunjungi aplikasi Armory Crate.

Sekadar informasi, Mode X atau X Mode di ROG Phone 3 tidak bekerja untuk overclock core prosesor maupun core GPU Snapdragon 865+.

Snapdragon 865+ sudah tergolong kencang dan merupakan versi overclock dari Snapdragon 865, sehingga tidak dibutuhkan lagi overclock. 

Mode X

Mode X bekerja dengan cara mempertahankan performa tinggi agar bisa bertahan dalam tempo yang lama. Efeknya, ketika bermain gim, performa ponsel menjadi lebih konstan dan stabil. Mode X sendiri memiliki beberapa mode yakni Mode X Level 1, Level 2, dan Level 3.

Mode X level 3 sangat disarankan digunakan dengan aksesoris pendingin AeroActive untuk kestabilan ponsel dengan performa yang masih tinggi. Sayangnya, AeroActive ini tidak ada di kotak penjualan untuk versi yang aku review ini.

Sebenarnya, ASUS ROG Phone 3 juga memiliki sistem pendingin yang baik. Tetapi penggunaan aksesoris AeroActive 3 sangat disarankan.

Aku sendiri sempat mencoba memainkan gim di ROG Phone 3 selama kurang lebih sejam. Suhunya memang mengalami peningkatan sampai 40° C. Peningkatan suhu ini masih wajar karena tidak memberikan panas berlebih.

Aku juga menguji ASUS ROG Phone 3 dengan mode X memakai Geekbench 5. Skor yang didapatkan adalah 981 untuk single-core dan 3.221 untuk multi-core.

Skor ini terbilang tinggi dan membuat performa ASUS ROG Phone 3 tidak perlu diragukan lagi.

Pengujian lain dillakukan terhadap ASUS ROG Phone 3. Kali ini adalah pengujian grafisnya. Yang pertama, benchmark yang digunakan adalah 3D Mark.

Dengan memakai 3D Mark, ASUS ROG Phone 3 mendapat skor 7.765 untuk tes Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1. Sementara untuk pengujian Sling Shot Extreme Vulkan, skor yang didapatkan adalah 7.060.

Ponsel lain di kelas atas, dengan ekosistem yang sama, jarang ada yang mendapat skor tinggi ini.

Pengujian berikutnya adalah menggunakan benchmark GFXBench. Dengan benchmark ini, ASUS ROG Phone 3 dapat diukur kemampuan dalam menjalankan gim dengan grafis tertentu.

Hasilnya, pada pengujian T-Rex 2.214 x 1.080 piksel, ASUS ROG Phone 3 dapat mencapai 141 fps. Sementara dalam pengujian T-Rex 1.920 x 1.080 piksel, didapatkan 222 fps.

Pada pengujian Manhattan 2.560 x 1.440 piksel, fps yang didapatkan adalah 53 fps.

Hal tersebut berarti ASUS ROG Phone 3 dapat menjalankan gim dengan fps tinggi, bahkan untuk gim dengan grafis tinggi. T-REx dan Manhattan merupakan dua diantara tes GFX pada level pengujian level tinggi. Untuk hasil lebih lengkapnya, bisa disimak pada gambar di bawah ini.

GFX BENCH ASUS ROG PHONE 3

Dengan skor benchmark sintetis yang tinggi tersebut, jelas tidak berlebihan jika menyebut Snapdragon 865+ sebagai chipset yang powerful.

Terlebih chipset ini dikombinasikan dengan penyimpanan super cepat UFS 3.1 (15% lebih cepat dari UFS 3.0) dan RAM LPDDR5 (51% lebih cepat dari LPDDR4X) yang akhirnya membuat ASUS ROG Phone 3 memang pantas menyandang “The Ultimate Winner”.

The Most Immersive Gaming Experience

ASUS ROG Phone 3 diklaim ASUS sebagai “The Most Immersive Gaming Experience” atau
pengalaman bermain gim paling imersif.

Predikat tersebut tidak berlebihan mengingat apa yang ditawarkan oleh ASUS ROG Phone 3 memang memberikan pengalaman gim yang seperti mendekatkan pemainnya dengan gim yang dimainkan. Seperti yang aku alami saat menjajal berbagai gim di ASUS ROG Phone 3 berikut ini.

1. Honkai Impact 3

Aku memainkan gim Honkai Impact 3 di ROG Phone 3. Gim yang tergolong berat ini ternyata bisa dimainkan di ROG Phone 3 dengan lancar pada pengaturan grafis tinggi. Gimnya sendiri dapat berjalan dengan fps tinggi, yakni sampai 120 fps.

2. Genshin Impact

Gim ini merupakan gim yang sedang populer. Gim ini membutuhkan resource yang tinggi yang memberatkan kinerja sistem.

Tapi tidak ada gim yang berat bagi ASUS ROG Phone 3. Saat aku memainkan Genshin Impact di ROG Phone 3, fps yang didapatkan hanya 30 fps.  Di kemudian hari, aku baru tahu jika Genshin Impact mendapatkan pembaruan dan mendukung 60 fps.

3. Vainglory

Gim selanjutnya yang diuji adalah Vainglory. Gim ini merupakan gim MOBA yang cukup menarik. Gim ini merupakan salah satu gim yang dapat berjalan di ASUS ROG Phone 3 dengan 144 fps.

Tidak ada kendala ketika memainkan gim ini dengan tampilan 144 Hz. Gim ini juga ternyata dapat dimainkan di mode 120 Hz. Tidak ada perbedaan signifikan ketika bermain di mode 144 Hz dan 120 Hz.

4. PUBG Mobile

PUBG Mobile

PUBG Mobile adalah gim populer. Gim ini juga sering dijadikan patokan untuk tes kemampuan chipset sebuah smarpthone.

Saat aku menguji gim ini di ROG Phone 3, gim ini dapat berjalan dengan baik di mode maksimalnya, yakni Ultra HD dengan frame rate ultra. Pada pengaturan ini, fps yang didapatkan ada di angka 40 fps.

Untuk mendapatkan fps tinggi, lebih baik memilih opsi grafis Smooth dengan frame rate 90 fps. Dengan opsi ini, PUBG Mobile dapat dijalankan di ASUS ROG Phone 3 dengan 90 fps. Dengan pengaturan ini, aku bisa bermain PUBG Mobile dengan nyaman.

5. Injustice 2

ASUS ROG Phone 3 ternyata dapat memainkan Injustice 2 pada mode 144 Hz.  Gim ini dapat berjalan dengan tampilan tersebut dan terasa lebih nyaman meski aku selalu gagal menang saat bertarung. Maklum, gim ini jarang aku mainkan.

6. Free Fire

Omyoji Arena dapat berjalan lancar dengan kualitas grafis tinggi di ASUS ROG Phone 3.  Gim ini dapat berjalan dengan baik dengan hanya 60 fps.

7. Asphalt 9

ASUS ROG Phone 3 dapat menjalankan Asphalt 9 dengan baik. Gim yang juga sering diuji untuk menentukan performa ponsel pintar ini memang menghadirkan grafis yang ciamik. Di ROG Phone 3, Asphalt 9 dapat berjalan dengan maksimal 60 fps.

8. Onmyoji Arena

Onmyoji Arena dapat berjalan lancar dengan kualitas grafis tinggi di ASUS ROG Phone 3.  Gim ini dapat berjalan dengan baik dengan hanya saja dengan 60 fps.

Demi pengalaman bermain gim yang lebih menyenangkan dan imersif, ASUS ROG Phone 3 juga hadir dengan dukungan berbagai aksesoris.

Aksesoris tersebut merupakan aksesoris modular yang dapat dipasangkan dengan ROG Phone 3 dengan mudah. Aksesoris pendukung gim tersebut sebagai berikut.

aksesoris pendukung rog phone 3

1. ROG Lighting Armor Case

Sebuah kasing khusus yang dapat menyala dan melindungi ROG Phone 3 dari gesekan dan benturan.

2. AeroActive Cooler 3

Sebuah aksesoris pendingin yang dipasangkan melalui port bagian samping. Penggunaan cooler ini diklaim ASUS dapat menurukan suhu panas di bodi sampai 4 derajat celcius.

Aksesoris ini tersedia khusus di kotak penjualan ASUS ROG Phone 3 varian RAM 12 GB.

3. TwinView Dock 3

Sebuah aksesoris yang membuat ASUS ROG Phone 3 dapat memiliki layar kedua. Layar kedua ini dapat terintegrasi dengan layar yang ada di ponsel.

Dengan dua layar,pengalaman bermain gim menjadi lebih menyenangkan, terlebih ada beberapa gim yang sudah mendukung optimalisasi penggunaan dua layar. Layar di TwinView Dock 3 pun sudah mendukung 144 Hz.

4. ROG Clip

ROG Clip adalah aksesoris untuk mengunci ROG Phone 3 untuk terhubung dengan kontrol perangkat gim lain seperti pengontrol nirkabel Xbox® atau pengontrol Stadia.

5. ROG Kunai 3 Gamepad

Sebuah aksesoris yang dipasangkan di kedua sisi ASUS ROG Phone 3. Aksesoris ini nantinya akan berfungsi sebagai pengontrol alternatif saat bermain gim.

Mobile Desktop Dock, sebuah perangkat yang dapat membuat ROG Phone 3 bekerja layaknya sebuah perangkat komputer.

Cukup pasangkan ROG Phone 3 ke Mobile Desktop Dock, kemudian hubungkan berbagai perangkat seperti monitor, mouse, dan keyboard ke dock. ROG Phone 3 pun berubah ke mode desktop.

6. Aero Case

Aksesoris kasing yang membuat tampilan ROG Phone 3 lebih gagah. Sudah dibahas di awal karena kasing ini ada di kotak penjualan.

Baterai Monster 6.000mah

ASUS ROG Phone 3  hadir dengan kapasitas baterai 6.000 mAh, sama seperti pendahulunya. Baterainya ini sudah mendukung pengisian cepat 30 watt dan Power Delivery 3.0.

Dengan charger bawaannya, ASUS ROG Phone 3 dapat terisi dari 20% sampai 100% dengan estimasi kurang dari 2 jam. Waktu yang tergolong cepat untuk sebuah ponsel dengan baterai 6.000 mAh.

Untuk daya tahan baterainya, ASUS ROG Phone 3 dapat bertahan sampai 2 harian dengan pemakaian ringan dan sedang. Tentu di mode layar 60 Hz.

Aku sendiri menguji baterai ASUS ROG Phone 3 dengan benchmark PCMark. Hasilnya, adalah 12 jam 19 menit. Sayangnya, pada pengujian ini, aku lupa pengaturan layar dan modenya.

Hasil tersebut tidak bikin aku puas. Aku tes kembali di lain kesempatan. Kali ini mode layarnya adalah otomatis. Selain itu, Mode X di ROG Phone 3 dinyalakan. Hasilnya, waktu yang didapatkan mencapai hampir 15 jam.

Dengan pengalaman pemakaian, tidak berlebihan jika ASUS menyebut baterai ponsel ini sebagai baterai monster. Daya tahan baterainya benar-benar luar biasa, apalagi jika ROG Phone 3 ada di kondisi tampilan 60 Hz.

Yang menarik, ASUS ROG Phone 3 dilengkapi dengan fitur manajemen daya yang disebut PowerMaster.

Kamera dengan Kualitas yang Tidak Main-main

ROG Phone 3 hadir menawarkan kamera yang kualitasnya tergolong bagus. Bagus, karena sebagai sebuah ponsel gaming, kamera ponsel ini mampu memberikan kualitas foto yang bagus.

Aku sampai dibuat kagum dengan kualitas dan hasil tangkapan kamera ponsel ini.

Kamera ROG Phone 3 terdiri dari tiga kamera di bagian belakang. Kamera utamanya adalah kamera 64 MP. Kamera ini memakai lensa Sony IMX686, dengan bukaan lebar f/1.8 dan ukuran piksel 1,6 μm.

Sensor ini mendukung piksel binning 4-in-1 menggunakan filter warna Quad Bayer untuk menghasilkan foto 16 MP berkualitas tinggi. Jadi, kameranya dapat menghadirkan mode 16 MP maupun mode 64 MP.

Beberapa foto memakai kamera utama ini sangat bagus, baik di kondisi cukup cahaya maupun di kondisi kurang cahaya. Berikut hasil tangkapan kamera utama Sony IMX686 di mode 16 MP.

Untuk foto lainnya hasil tangkapan kamera utama ROG Phone 3 dapat disimak di bawah ini.

Selanjutnya, mari simak hasil tangkapan foto bokeh dan panorama dari ROG Phone 3 berikut ini.

Menilik hasil foto tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas foto ASUS ROG Phone 3 tergolong sangat bagus. Warna yang dihasilkan terang tetapi tidak terkesan norak alias warna dangdut.

Hasil foto panorama dan bokeh juga tergolong bagus dan dapat diandalkan. Aku jujur puas dengan hasil tangkapan kamera ASUS ROG Phone 3.

Termasuk untuk menangkap gambar di mode malamnya yang tergolong bagus. Bila penasaran, cek hasil tangkapan kamera ASUS ROG Phone 3 di tengah malam berikut ini.

Hasil tangkapan kamera utama ROG Phone 3 di malam hari 

Kamera kedua adalah kamera ultra-wide dengan resolusi 13 MP. Kamera ini punya bukaan f/2.4 dengan bidang pandang 125°. Kamera ini mampu menangkap gambar dengan sudut lebar dengan baik.

Hasil tangkapan kamera ini juga dapat diandalkan, baik di kondisi cahaya yang terang maupun cahaya yang redup. Silakan simak hasil tangkapan kameranya berikut ini. Klik gambar untuk memperbesar.

Hasil tangkapan kamera ultrawide ROG Phone 3

 

Yang ketiga, ada kamera makro. Kamera ini hadir dengan resolusi 5 MP. Kemampuan kamera makro ini tidak bisa diremehkan. Meski sebenarnya penggunaan kamera makro dapat dilakukan oleh kamera utama.

Berikut hasil tangkapan kamera makro ROG Phone 3.

Hasil tangkapan kamera makro ROG Phone 3

 

Lalu, bagaimana dengan kamera depannya? Kamera depan ROG Phone 3 juga tergolong bagus. Kamera depannya yang menawarkan resolusi 24 MP mampu menangkap foto selfie dengan baik, baik dengan kondisi cahaya yang terang maupun di kondisi gelap.

Berikut hasil tangkapan selfie kamera ROG Phone 3.

 

Tidak hanya kemampuan fotografi saja yang patut dipuji dari kamera ROG Phone 3. Kualitas rekaman video juga patut diapresiasi.

Kamera belakang di ROG Phone 3 mampu merekam video hingga kualitas 8K pada 30 fps atau 4K HDR pada 60 fps. Kameranya juga dapat merekam video slow motion 120 fps pada 4K atau 480 fps pada 720p.

Aku juga tergolong puas dengan hasil rekaman video 8K di ponsel ini. Meskipun sebenarnya resolusi 4K saja sudah tergolong lebih dari cukup untuk merekam video. Memang kameranya tidak memilikI OIS, tetapi gyro-EIS juga masih tergolong bisa diandalkan untuk kestabilan rekaman video.

Kamera depan ROG Phone 3 juga masih tergolong bagus untuk rekaman video.

Selain merekam video, kamera di ROG Phone 3 juga dibekali berbagai fitur. Sebut saja mode Pro Video, Timelapse, Slow Motion, Motion Tracking, Portrait, hingga Mode Malam yang hasilnya sudah dilihat sebelumnya.

 

Simpulan

Setelah “pengembaraan” bersama ROG Phone 3 berhari-hari, aku pun menarik kata-kataku di awal. Aku berani jamin bahwa ROG Phone 3 tidak sama seperti ROG Phone II.

ROG Phone 3 tidak sekadar menjual gimmick smartphone gaming.  Ponsel tersebut hadir sebagai sebuah identitas teknologi yang bisa menjadi andalan dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Baik dalam produktivitas, hiburan, dan terutama untuk bermain gim.

ROG Phone 3 menghadirkan kualitas kamera yang baik, desain yang lebih oke, baterai monster, dan fitur lainnya yang membuat ponsel ini memang dihadirkan untuk gamers. 

Yang paling terasa peningkatannya adalah layar 144 Hz, yang bahkan belum dimiliki ponsel lain yang masuk resmi ke Indonesia. Tidak ketinggalan, ROG Phone 3 hadir dengan chipset Snapdragon 865 Plus.

Chipset Snapdragon 865 Plus ini tidak hanya kencang tetapi juga mengoptimalkan pengalaman bermain gim menjadi lebih baik. Apalagi dengan kehadiran Snapdragon Elite Gaming dan dukungan jaringan internet 5G. 

Memang jaringan 5G belum hadir di Indonesia (saat artikel ini dibuat), tetapi ketika nantinya hadir, ponsel ini sudah siap tersambung ke jaringan kencang generasi baru tersebut. Tidak perlu repot membeli ponsel baru. lagi.

Tidak berlebihan jika menyebut ROG Phone 3 sebagai ponsel gaming terbaik di tahun 2020, bahkan lebih dari itu. Julukan “The Ultimate Winner” juga memang pantas disandang oleh ponsel ini.

Harga

ASUS ROG Phone 3 hadir resmi di Indonesia dengan dua varian. Varian pertama adalah varian RAM 8 GB dan storage 128 GB dengan Aero Case . Varian ini dijual dengan harga Rp9.999.000.

Varian kedua adalah RAM 12 GB dan storage ROM 256 GB dengan AeroActive Cooler 3 dan Aero Case di kotak penjualan. Varian ini dijual dengan harga Rp14.999.000.

Spesifikasi ASUS ROG Phone 3
Processor 3.1 GHz Qualcomm® Snapdragon™ 865 Plus 5G Mobile Platform with 7nm, 64-bit Octa-core Processor
GPU Qualcomm® Adreno™ 650
UI Android™ 10 with ROG UI
Display 6.59” 19.5:9 2340×1080 (391ppi) 144Hz/1ms AMOLED HDR10+ certified;270Hz touch sampling rate, 25ms touch latency;

650nits HBM brightness & 1000 nits peak brightness, 113% DCI-P3 Delta E average <1%;

1.07 billion colors; 1,000,000:1 contrast ratio;

Front 2.5D Corning® Gorilla® 6 Glass;

TÜV Low Blue Light (Hardware Solution) and Flicker Reduced certifications for eye comfort;

Capacitive touch panel with 10 points multi-touch (supports Glove touch)

Memory/Storage LPDDR5/UFS3.18GB/128GB

12GB/256GB

SD storage no SD-card reader; NTFS support for external HDD
Sensor Accelerator, E-Compass, Proximity, Hall sensor*2, Ambient light sensor, in-display fingerprint sensor, Gyro, Ultrasonic sensors for AirTrigger 3 and grip press
Main Rear Camera 64MP SONY IMX686 sensor, 0.8 µm pixel size – Quad Bayer technology with 16MP, 1.6 µm large effective pixel size, F1.8, 1/1.7” sensor, 2×1 OCL PDAF, LED flash
Second Rear Camera 13MP, 125˚  ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction, 11mm equivalent focal length in 35mm film camera
Third Rear Camera 5MP Macro, F2.0
Front Camera 24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0,27mm equivalent focal length in 35mm film camera
Video Recording 8K (7680 by 4320) @ 30 fps (main rear camera)4K (3840 by 2160) @ 30/60 fps (main rear camera), @ 30 fps (second rear camera)

1080p @ 30/60 fps; 720p @ 30 fps

3-axis electronic image stabilization for rear cameras

Time Lapse (4K)

Slow Motion video (4K @ 120 fps; 1080p @ 240/120 fps; 720p @ 480 fps)

Take still photo while recording video

Speaker Dual front-facing speakers with GameFX & Dirac HD Sound7-magnet stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio Output Hi-Res audio 192kHz/24-bit standard (USB-C™ output) that is 4 times better than CD qualityGameFX audio system for improved in-game audio experience

New AudioWizard with multiple listening profiles tuned by Dirac

Microphone Quad microphones with ASUS Noise Reduction Technology
Wireless Technology WLAN 802.11a/b/g/n/ac/ax 2.4 & 5GHz and Wi-Fi 62×2 MIMO, Bluetooth 5.1

Wi-Fi Direct support

Navigation GNSS support GPS(L1/L5), Glonass(L1), Galileo(E1/E5a),BeiDou(B1/B2a), QZSS(L1/L5) and NavIC(L5)
SIM Cards Dual SIM dual standbySlot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card

Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card

5G+4G or 4G dual SIM dual standby support

Data rate Support EN-DC(6DL+FR1, 4DL+2FR1)FR1: DL up to 4.4Gbps / UL 542Mbps

LTE 6CA DL Cat20 up to 2.0Gbps / UL Cat13 up to 150Mbps

DC-HSPA+: DL 42Mbps / UL 5.76Mbps

4×4 MIMO and CA with 4×4 MIMO support

Bands 5G (Bands N1, N2, N3, N5, N28, N41, N66, N71, N77, N78, N79)
FDD-LTE (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 66, 71)
TD-LTE (Bands 34, 38, 39, 40, 41, 42, 48)
WCDMA (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 19)
EDGE/GPRS/GSM (850, 900, 1800, 1900MHz)
CDMA (Bands BC0) (CN and HK only)
TD-SCDMA (Bands 34, 38) (CN and HK only)
Interface Side-port: 48 pin Customized/Type C connector USB3.1 gen2/DP 1.4(4K)/Fast Charging (QC3.0+QC4.0/PD3.0) / Direct ChargeBottom-port: Type C connector USB2.0/Fast Charging (QC3.0/PD3.0)/Direct Charge
NFC Support (Card mode support in power off)
OS Android™ 10
Battery 6.000mAh
Charger Output: 10V 3A, supports up to 30W QC4.0 / PD3.0 / Direct Charge adapter
Dimensions 171mm, 78mm, 9.85mm
Weight 240 grams
Hilman Mulya Nugraha
Follow me

2 Replies to “Review ASUS ROG Phone 3: Lebih dari Sekadar Ponsel Gaming”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *